Software atau perangkat lunak atau juga bisa di sebut program merupakan salah satu inti bagian terpenting dari sebuah komputer atau komponen atau alat elektronik lainnya yang membutuhkan bantuan software untuk mengoperasikannya. Di komputer ada sebuah software yang mana software tersebut berfungsi untuk mengoperasikan, menjalankan software lainnya dan mengatur alur input/output hardware yang biasa kita sebut sebagai sistem operasi (Operating System) di singkat menjadi OS.
Umumnya software sumber kodenya (source code) tertutup (close source) dikarenakan adanya masalah urusan bisnis dimana jika ditutup sumber kodenya akan menguntungkan pihak developer nya dalam hal mengkomersilkan software-nya karena dengan tertutupnya sumber kode software tersebut, menjadikan programmer atau developer lainnya tidak bisa menambahkan, mengurangi atau memodifikasi software tersebut selain dari programmer atau developer pembuatnya.
OS Windows misalnya kita mungkin bisa mengoperasikan, menambah atau memodifikasikan tema (theme) OS tersebut sesuai selera kita tetapi kita tidak bisa merubah alur kerja apa yang telah diterapkan oleh OS tersebut seperti arsitektur cara menjalankan software lainnya, arsitektur cara membaca hardware, kernel OS tersebut dan lain sebagainya yang menjadikan inti dari OS tersebut semuanya, kita tidak bisa menambahkan, mengurangi atau memodifikasikannya karena semua itu close source atau sumbernya tertutup.
Selasa, 18 Juni 2013
COCOMO
COCOMO adalah sebuah model yang didesain oleh Barry Boehm untuk memperoleh perkiraan dari jumlah orang-bulan yang diperlukan untuk mengembangkan suatu produk perangkat lunak. Satu hasil observasi yang paling penting dalam model ini adalah bahwa motivasi dari tiap orang yang terlibat ditempatkan sebagai titik berat. Hal ini menunjukkan bahwa kepemimpinan dan kerja sama tim merupakan sesuatu yang penting, namun demikian poin pada bagian ini sering diabaikan.
1. Model COCOMO Dasar
Model COCOMO dapat diaplikasikan dalam tiga tingkatan kelas:
Proyek organik (organic mode) Adalah proyek dengan ukuran relatif kecil, dengan anggota tim yang sudah berpengalaman, dan mampu bekerja pada permintaan yang relatif fleksibel.
Proyek sedang (semi-detached mode)Merupakan proyek yang memiliki ukuran dan tingkat kerumitan yang sedang, dan tiap anggota tim memiliki tingkat keahlian yang berbeda
Proyek terintegrasi (embedded mode)Proyek yang dibangun dengan spesifikasi dan operasi yang ketat
1. Model COCOMO Dasar
Model COCOMO dapat diaplikasikan dalam tiga tingkatan kelas:
Proyek organik (organic mode) Adalah proyek dengan ukuran relatif kecil, dengan anggota tim yang sudah berpengalaman, dan mampu bekerja pada permintaan yang relatif fleksibel.
Proyek sedang (semi-detached mode)Merupakan proyek yang memiliki ukuran dan tingkat kerumitan yang sedang, dan tiap anggota tim memiliki tingkat keahlian yang berbeda
Proyek terintegrasi (embedded mode)Proyek yang dibangun dengan spesifikasi dan operasi yang ketat
Minggu, 09 Juni 2013
Senin, 29 April 2013
Etika Teknologi Sistem Informasi (TSI) pada Pengguna, Pengelola dan Pembuat
Apa itu etika dan profesi Teknologi Sistem Informasi (TSI)?
Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, etika adalah ilmu tentang apa yang baik dan apa yang buruk dan tentang hak dan kewajiban moral (akhlak). Sedangkan profesi adalah bidang pekerjaan yang dilandasi pendidikan keahlian (keterampilan, kejuruan, dsb) tertentu.
Bicara mengenai profesi, yang kita ketahui bahwa profesi adalah pekerjaan, contohnya seperti dokter, guru, penyanyi, dll. Namun tidak semua bidang pekerjaan dapat dikatakan sebagai profesi. Maka dari itu ada istilah profesionalisme. Profesionalisme adalah mutu, kualitas, dan tindak tanduk yang merupakan ciri suatu profesi atau orang yang profesional. Dalam bidang teknologi informasi, tentunya etika dan profesi menjadi sangat penting khususnya di era informasi seperti sekarang ini. Para pelaku dunia IT harus mengetahui etika dan profesi dalam bidang yang mereka jalani ini.
Contoh ciri - ciri profesionalisme di bidang IT adalah :
1. Keterampilan yang berdasar pada pengetahuan teoretis
Profesional diasumsikan mempunyai pengetahuan teoretis yang ekstensif dan memiliki keterampilan yang berdasar pada pengetahuan tersebut dan bisa diterapkan dalam praktek.
2. Asosiasi profesional
Profesi biasanya memiliki badan yang diorganisasi oleh para anggotanya, yang dimaksudkan untuk meningkatkan status para anggotanya. Organisasi profesi tersebut biasanya memiliki persyaratan khusus untuk menjadi anggotanya.
3. Pendidikan yang ekstensif
Profesi yang prestisius biasanya memerlukan pendidikan yang lama dalam jenjang pendidikan tinggi.
Label:
SoftSkill
Mempercantik Web dengan CSS
Di postingan sebelumnya sudah pernah dibahas mengenai membuat Curiculum Vitae dengan bahasa html. Sekarang saya ingin mempercantik tampilan halaman web tersebut dengan menggunakan CSS agar tampilanya menjadi seperti dibawah ini
Langganan:
Postingan (Atom)
