Senin, 02 April 2012

Perbedaan Karangan Ilmiah, Semi Ilmiah, dan Non Ilmiah


A. Pendahuluan
Menulis karangan sama juga dengan mencurahkan ide atau gagasan yang ada dalam pikiran kita. terdapat tiga golongan karangan, diantaranya adalah karangan ilmiah, semi ilmiah dan non ilmiah. dalam tulisan kali ini penulis ingin membahas tentang perbedaan serta ciri-ciri dari masing-masing karangan.

B. Pembahasan
1.) Karangan ilmiah
Karangan ilmiah adalah karangan yang berisi tentang fakta-fakta umum yang ditulis dengan menggunakan metodologi yang telah ada serta penulisan yang benar.
Karya ilmiah atau biasa disebut karangan ilmiah merupakan suatu tulisan yang berisi argumentasi penalaran keilmuan yang dikomunikasikan lewat bahasa tulis yang formal dengan sistematis-metodis dan menyajikan fakta umum serta ditulis menurut metedologi penulisan yang benar. Karya ilmiah ditulis dengan bahasa yang konkret, gaya bahasanya formal, kata-katanya teknis dan didukung fakta yang dapat dibuktikan kebenarannya .

Menurut JohnDewey ada lima langkah pokok proses ilmiah, antara lain :

1. mengenali dan merumuskan masalah
2. menyusun kerangka berpikir dalam rangka penarikan hipotesis
3. merumuskan hipotesis ataudugaan hasil sementara
4. menguji hipotesis
5. menarik kesimpulan.
 

Sabtu, 10 Maret 2012

Penalaran Deduktif dan Induktif

A . PENALARAN DEDUKTIF
Penalaran deduktif adalah suatu penalaran yang berpangkal pada suatu peristiwa umum, yang kebenarannya telah diketahui atau diyakini, dan berakhir pada suatu kesimpulan atau pengetahuan baru yang bersifat lebih khusus. Metode ini diawali dari pebentukan teori, hipotesis, definisi operasional, instrumen dan operasionalisasi. Dengan kata lain, untuk memahami suatu gejala terlebih dahulu harus memiliki konsep dan teori tentang gejala tersebut dan selanjutnya dilakukan penelitian di lapangan. Dengan demikian konteks penalaran deduktif tersebut, konsep dan teori merupakan kata kunci untuk memahami suatu gejala.
Deduksi ialah proses pemikiran yang berpijak pada pengetahuan yang lebih umum untuk menyimpulkan pengetahuan yang lebih khusus. Bentuk standar dari penalaran deduktif adalah silogisme, yaitu proses penalaran di mana dari dua proposisi (sebagai premis) ditarik suatu proposisi baru (berupa konklusi).
Hukum-hukum Silogisme
a. Prinsip-prinsip Silogisme kategoris mengenai term:
  1. Jumlah term tidak boleh kurang atau lebih dari tiga
  2. Term menengah tidak boleh terdapat dalam kesimpulan
  3. Term subyek dan term predikat dalam kesimpulan tidak boleh lebih luas daripada dalam premis.
  4. Luas term menengah sekurang-kurangnya satu kali universal.
b. Prinsip-prinsip silogisme kategoris mengenai proposisi.
  1. Jika kedua premis afirmatif, maka kesimpulan harus afirmatif juga.
  2. Kedua premis tidak boleh sama-sama negatif.
  3. Jika salah satu premis negatif, kesimpulan harus negatif juga (mengikuti proposisi yang paling lemah)
  4. Salah satu premis harus universal, tidak boleh keduanya pertikular.


Bentuk Silogisme Menyimpang
Dalam praktek penalaran tidak semua silogisme menggunakan bentuk standar, bahkan lebih banyak menggunakan bentuk yang menyimpang. Bentuk penyimpangan ini ada bermacam-macam. Dalam logika, bentuk-bentuk menyimpang itu harus dikembalikan dalam bentuk standar.
Contoh:
“Mereka yang akan dipecat semuanya adalah orang yang bekerja tidak disiplin. Kamu kan bekerja penuh disiplin. Tak usah takut akan dipecat”.
Bentuk standar:
“Semua orang yang bekerja disiplin bukanlah orang yang akan dipecat.
Kamu adalah orang yang bekerja disiplin.
Kamu bukanlah orang yang akan dipecat”.

B . PENALARAN INDUKTIF
Penalaran induktif adalah penalaran yang mengambil contoh-contoh khusus yang khas untuk kemudian diambil kesimpulan yang lebih umum. penalaran ini memudahkan untuk memetakan suatu masalah sehingga dapat dipakai dalam masalah lain yang serupa. catatan bagaimana penalaran induktif ini bekerja adalah, meski premis-premis yang diangkat benar dan cara penarikan kesimpulannya sah, kesimpulannya belum tentu benar. tapi kesimpulan tersebut mempunyai peluang untuk benar.
Penalaran induktif merupakan prosedur yang berpangkal dari peristiwa khusus sebagai hasil pengamatan empirik dan berakhir pada suatu kesimpulan atau pengetahuan baru yang bersifat umum. Dalam hal ini penalaran induktif merupakan kebalikan dari penalaran deduktif. Untuk turun ke lapangan dan melakukan penelitian tidak harus memliki konsep secara canggih tetapi cukup mengamati lapangan dan dari pengamatan lapangan tersebut dapat ditarik generalisasi dari suatu gejala. Dalam konteks ini, teori bukan merupakan persyaratan mutlak tetapi kecermatan dalam menangkap gejala dan memahami gejala merupakan kunci sukses untuk dapat mendiskripsikan gejala dan melakukan generalisasi.
, penalaran deduktif adalah menarik kesimpulan khusus dari premis yang lebih umum. jika premis benar dan cara penarikan kesimpulannya sah, maka dapat dipastikan hasil kesimpulannya benar. jika penalaran induktif erat kaitannya dengan statistika, maka penalaran deduktif erat dengan matematika khususnya matematika logika dan teori himpunan dan bilangan. contoh penalaran deduktif adalah :

- semua hewan punya mata
- anjing termasuk hewan
:. anjing punya mata

Siapa Saya


Assalamu’alaikum
Dalam postingan saya hari ini saya akan menceritakan sedikit tentang diri saya. Nama saya Prasetyo,  saya merupakan anak pertama dan terakhir dalam keluarga saya. Saat ini kesibukan saya adalah sebagai mahasiswa di salah satu Perguruan Tinggi Swasta di Depok yaitu Universitas Gunadarma, selain sebagai mahasiswa saya sekarang juga sedang menikmati aktifitas saya sebagai seorang aktifis dakwah kampus di Lembaga Dakwah Kampus yang ada d Universitas saya yaitu LDK Fajrul Islam sebagai salah satu dari empat Dewan Pengurus Harian. Kesibukan lainnya adalah saya kerja sambilan sebagai Assisten Laboratorium jurusan saya, dan terakhir saya diangkat sebagai salah satu Ketua Assisten .
Kesibukan di Kampus tersebut membuat saya harus pandai-pandai mengatur waktu saya, selain itu semester ini saya harus membuat Penulisan Ilmiah, salah satu momok paling menyeramkan di semester 6 karena memang pembuatan PI ini sangat menyita waktu, tenaga , pikiran , bahkan biaya. Semua itu sedang saya alami saat ini dan memang ini merupakan sesuatu yang membuat aktifitas di kampus saya menjadi semakin variatif dan menyenangkan.
Kehidupan saya di Gunadarma diawali dengan gagalnya saya lulus masuk Perguruan Tinggi Negeri  di ujian masuk yang paling terakhir diadakan, yaitu SNMPTN. Sebenarnya masih ada Ujian Masuk PTN lainnya dengan system ujian mandiri , namun PTN yang mengadakan Ujian Mandiri tersebut kurang menarik minat saya sehingga saya memilih untuk masuk Perguruan Tinggi Swasta saja yang ada di daerah Jakarta, Depok, atau Bekasi , dan akhirnya saya memilih Universitas Gunadarma.

Selasa, 10 Januari 2012

Tugas Bahasa Indonesia 1 (Minggu Ke-2)

Langkah-langkah membuat outline
1.  Tentukan tema apa yang akan Anda tulis.
2.  Undang kehadiran ide dengan membuka pikiran Anda terhadap semua ide yang  datang. Jangan pernah membatasi diri dengan aliran ide dari kecerdasan semesta.
3.   Segera tulis ide-ide tersebut ke atas kertas, sekenanya. Jangan dikritisi. Biarkan ide-ide itu hadir dan mengalir begitu saja. Tugas Anda hanya menuliskannya.
4.   Setelah cukup banyak ide yang berhasil Anda petik, periksalah cacatan Anda tadi. Amati dan seleksilah ide-ide itu satu demi satu. Yang relevan dengan tema yang Anda kehendaki, pakailah. Sebaliknya, kalau tidak berkaitan atau amat sedikit kaitannya, coret saja.
5.   Susunlah sederetan ide yang Anda pilih itu secara sistematis. Mungkin dari yang umum ke yang khusus atau disusun secara kronologis. Perhatikan betul sistematisasi ide yang Anda susun itu. Pastikan tidak ada gagasan yang melompat-lompat. Buatlah susunan ide itu mengalir, kompak, dan sealur dari ide pertama, kedua, ketiga, dan selanjutnya sampai gagasan yang terakhir.
6.   Kembangkan setiap ide utama dengan kalimat-kalimat penjelas/pelengkap. Satu ide utama bisa dikembangkan menjadi satu paragraf. Kalau Anda mempunyai 10 ide utama, maka minimal Anda sudah mendapatkan 10 paragraf. Ini sudah cukup untuk sebuah artikel.

Senin, 02 Januari 2012

Mengenal Lebih Jelas Tentang Kutipan

1. Pengertian Kutipan
Kutipan adalah suatu kata yang mungkin semua orang belum tahu apa maksudnya. Kutipan juga merupakan suatu gagasan, ide, pendapat yang diambil dari berbagai sumber. Proses pengambilan gagasan itu disebut mengutip. Gagasan itu bisa diambil dari kamus, ensiklopedi, artikel, laporan, buku, majalah, internet, dan lain sebagainya.

2. Fungsi Kutipan
  • Landasan teori
  • Penguat pendapat penulis
  • Penjelasan suatu uraian
  • Bahan bukti untuk menunjang pendapat itu.

007isdead.blogspot.com berbagi ilmu berbagi cerita